Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ARTHA BODHI ISWARA

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ARTHA BODHI ISWARA

STIE ABI
Jurusan

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan S1 Manajemen

Pelajari cara mengenali minat sebelum memilih Jurusan Manajemen melalui pengalaman kerja, latihan sederhana, dan eksplorasi materi jurusan S1 Manajemen.

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan S1 Manajemen

Memilih jurusan kuliah kadang terasa lebih rumit ketika kamu sudah bekerja. Pengalaman kerja membuatmu mengenal banyak aktivitas, tetapi belum tentu langsung tahu bidang mana yang benar-benar ingin dipelajari lebih dalam.

Bagi staf operasional bisnis, misalnya, keseharian bisa berisi menyusun pekerjaan, berkoordinasi dengan rekan, membantu memastikan tugas selesai, sampai menghadapi berbagai persoalan kecil di tempat kerja. Dari aktivitas seperti inilah minat terhadap Manajemen sebenarnya bisa mulai dikenali.

Minat tidak selalu muncul sebagai perasaan yakin bahwa “saya cocok masuk Manajemen”. Kadang bentuknya justru sederhana: kamu sering penasaran mengapa suatu pekerjaan harus dilakukan dengan cara tertentu, bagaimana membagi tugas dengan lebih baik, atau mengapa keputusan seorang atasan bisa memengaruhi kerja satu tim.

Karena itu, sebelum memilih Jurusan Manajemen, kamu bisa mulai dengan mengamati pengalaman yang sudah dimiliki, mencoba beberapa aktivitas sederhana, lalu melihat bagian mana yang membuatmu ingin belajar lebih jauh.

 

Saat Mengatur Pekerjaan, Apa yang Ingin Kamu Pahami Lebih Jauh?

Bayangkan kamu sedang bekerja dan ada beberapa tugas yang harus selesai dalam waktu hampir bersamaan. Kamu mungkin mulai menentukan mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, siapa yang bisa membantu, dan bagaimana pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan lebih teratur.

Situasi seperti itu sebenarnya berdekatan dengan berbagai hal yang dipelajari dalam Manajemen. Ada unsur perencanaan, pengorganisasian pekerjaan, koordinasi orang, sampai pengambilan keputusan.

Coba perhatikan bagian mana yang paling membuatmu penasaran. Apakah kamu lebih tertarik menentukan prioritas? Mengatur orang? Memahami perilaku anggota tim? Memikirkan cara kerja yang lebih efisien? Atau mempertimbangkan keputusan bisnis?

Pertanyaan tersebut lebih berguna daripada sekadar bertanya, “Apakah saya berbakat di Manajemen?”

Minat bisa berkembang ketika seseorang menemukan sesuatu yang ingin terus dipahami. Karena itu, rasa ingin tahu dapat menjadi titik awal untuk mengenali bidang yang ingin kamu pelajari secara lebih terstruktur.

Baca juga: Kenali lebih jauh Program S1 Manajemen STIE ABI

 

Gunakan Rutinitas Kerja untuk Mengenali Minat

Pengalaman kerja bisa menjadi bahan refleksi yang cukup kaya. Kamu tidak harus menunggu mengikuti tes tertentu untuk mulai memahami bidang yang menarik perhatianmu.

Coba tuliskan tiga jenis aktivitas yang pernah kamu lakukan selama bekerja atau belajar.

Pertama, aktivitas yang membuatmu penasaran. Kamu mungkin menikmati saat harus menyusun rencana pekerjaan, membantu teman menyelesaikan masalah, atau memahami mengapa target tertentu belum tercapai.

Kedua, aktivitas yang kamu lakukan hanya karena merupakan bagian dari pekerjaan. Kamu mampu menyelesaikannya, tetapi tidak merasa ingin mengetahui lebih banyak tentang aktivitas tersebut.

Ketiga, aktivitas yang ingin kamu pelajari lebih dalam. Bagian inilah yang penting diperhatikan karena dapat memberi petunjuk mengenai arah minatmu.

Misalnya, kamu bekerja sebagai staf operasional dan mulai tertarik memahami bagaimana sebuah tim diatur. Rasa penasaran tersebut dapat berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia.

Jika kamu lebih sering bertanya mengapa suatu produk lebih mudah diterima pelanggan dibandingkan produk lain, ketertarikanmu mungkin lebih dekat dengan pemasaran.

Sementara itu, jika kamu menikmati kegiatan membuat rencana, mengatur proses, dan mencari cara agar pekerjaan menjadi lebih efektif, kamu mungkin tertarik mempelajari pengelolaan operasi dan organisasi.

Satu pekerjaan bisa mempertemukan seseorang dengan banyak bidang sekaligus. Karena itu, pengalaman kerja dapat menjadi tempat untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan baru mengenai hal yang ingin kamu pelajari.

 

Coba Latihan Sederhana untuk Menjelajahi Perencanaan Kerja

Setelah mengenali beberapa aktivitas yang menarik, jangan berhenti pada refleksi. Cobalah satu latihan sederhana.

Bayangkan kamu diminta mengelola sebuah kegiatan kecil di kantor. Kegiatan tersebut membutuhkan lima orang dengan tugas yang berbeda.

Buatlah pembagian tugas sederhana. Tentukan siapa melakukan apa, urutan pekerjaan, perkiraan waktu yang dibutuhkan, serta cara memastikan setiap orang memahami tanggung jawabnya.

Setelah selesai, jangan langsung menilai apakah hasilnya benar atau salah.

Perhatikan prosesnya.

Bagian mana yang paling menarik?

Apakah menentukan pembagian tugas? Menyusun urutan pekerjaan? Memikirkan cara berkomunikasi dengan anggota tim? Mempertimbangkan risiko apabila salah satu pekerjaan terlambat?

Kemudian tuliskan satu atau dua pertanyaan yang muncul.

Misalnya:

“Bagaimana sebenarnya cara membagi tugas yang efektif?”

“Mengapa seseorang bisa cocok dengan satu gaya kepemimpinan tetapi tidak dengan gaya lainnya?”

“Bagaimana perusahaan menentukan keputusan ketika sumber daya terbatas?”

Pertanyaan seperti ini dapat menjadi petunjuk bahwa ada bidang tertentu yang ingin kamu pahami lebih dalam.

Latihan tersebut bukan tes bakat. Tujuannya adalah membantu kamu melihat apakah proses mengelola pekerjaan dan orang menimbulkan rasa ingin tahu yang ingin terus dikembangkan.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S1 Manajemen

Langkah berikutnya adalah menghubungkan rasa ingin tahu tadi dengan materi yang dipelajari dalam pendidikan Manajemen.

Secara umum, S1 Manajemen mempelajari bagaimana sebuah organisasi dikelola melalui berbagai bidang seperti bisnis, pemasaran, keuangan, serta sumber daya manusia.

Artinya, pengalaman sehari-hari di tempat kerja dapat menjadi pintu masuk untuk memahami konsep yang lebih luas.

Ketika selama bekerja kamu terbiasa mengatur urutan pekerjaan, di bangku kuliah kamu dapat mempelajari bagaimana proses perencanaan dan pengelolaan organisasi dilakukan secara lebih sistematis.

Ketika kamu sering membantu koordinasi antaranggota tim, kamu dapat bertemu dengan pembahasan mengenai perilaku organisasi, sumber daya manusia, maupun kepemimpinan.

Ketika kamu mulai memperhatikan pelanggan dan perkembangan bisnis, kamu dapat menjelajahi pemasaran dan strategi bisnis.

Pengalaman memberikan konteks. Pendidikan kemudian membantu memberikan konsep, metode, dan kerangka berpikir untuk memahami pengalaman tersebut secara lebih mendalam.

Karena itu, saat mengeksplorasi jurusan, buka juga informasi mengenai materi dan program studi yang ditawarkan kampus.

Baca juga: Informasi Program Studi S1 Manajemen STIE ABI

 

Dari Pengalaman Kerja Menuju Kemampuan Mengelola yang Lebih Baik

Bagi pekerja yang sudah cukup lama berada di posisi operasional, salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah: setelah menguasai pekerjaan saat ini, kemampuan apa lagi yang perlu dikembangkan?

Pengalaman membuat seseorang memahami bagaimana pekerjaan dilakukan. Namun, ketika tanggung jawab bertambah, perspektif yang dibutuhkan juga berubah.

Seseorang tidak lagi hanya memikirkan bagaimana menyelesaikan tugasnya sendiri. Ia mungkin mulai perlu memahami pembagian pekerjaan, kebutuhan anggota tim, penggunaan sumber daya, sampai konsekuensi dari sebuah keputusan.

Di sinilah pendidikan Manajemen bisa menjadi ruang untuk memperluas cara melihat pekerjaan.

Pengalaman kerja yang sudah dimiliki tidak perlu ditinggalkan. Justru pengalaman tersebut dapat menjadi bahan yang membantu berbagai konsep kuliah terasa lebih dekat dengan kenyataan.

Kamu bisa mulai dari langkah kecil.

Pilih satu topik yang paling membuatmu penasaran dari pengalaman kerja. Pelajari dasar-dasarnya. Kemudian lihat apakah rasa ingin tahumu semakin berkembang setelah membaca atau mencoba memahaminya.

Dari proses tersebut, kamu dapat mengenali apakah Manajemen merupakan bidang yang memang ingin dipelajari dalam beberapa tahun ke depan.

 

Kenali S1 Manajemen STIE ABI untuk Melanjutkan Eksplorasi

Bagi kamu yang berada di Surabaya dan ingin melanjutkan eksplorasi ke pendidikan formal, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara atau STIE ABI memiliki Program S1 Manajemen dengan gelar Sarjana Ekonomi (S.E.).

Program Studi S1 Manajemen STIE ABI berakreditasi Baik Sekali. Program ini mempelajari pengelolaan bisnis, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.

STIE ABI membawa gagasan bahwa bekerja bukan alasan untuk berhenti belajar. Programnya dapat menjadi salah satu pilihan bagi pekerja yang ingin meningkatkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan pengelolaan bisnis tanpa harus melepaskan aktivitas profesional yang sedang dijalani.

Perkuliahan tersedia melalui Program Reguler (P2R) dengan pilihan metode blended learning, tatap muka, dan hybrid learning.

Untuk kelas malam, jadwal yang tercantum adalah:

Selasa: 18.00–21.00

Kamis: 18.00–21.00

Jadwal malam memberi ruang bagi pekerja untuk menempatkan aktivitas belajar setelah jam kerja.

Dari sisi biaya, terdapat biaya formulir sebesar Rp100.000 dan biaya herregistrasi sebesar Rp450.000. Simulasi pembayaran yang tersedia adalah enam kali angsuran sebesar Rp450.000 per bulan.

Kamu tidak harus langsung memulai dari pertanyaan, “Apakah saya harus mengambil Jurusan Manajemen?”

Mulailah dari pertanyaan yang lebih dekat dengan dirimu sendiri:

Apa yang selama ini membuat saya penasaran ketika bekerja, dan bagian mana yang ingin saya pahami lebih dalam?

Dari sana, baca materi yang dipelajari, lihat bagaimana program kuliahnya berjalan, lalu hubungkan kembali dengan pengalaman dan tujuan perkembanganmu.

Baca juga: Pelajari S1 Manajemen di STIE ABI

Informasi mengenai STIE ABI juga dapat dilihat melalui website resmi STIE ABI.

 

Pengalaman kerja yang sudah kamu miliki adalah titik awal yang berharga. Pendidikan dapat menjadi ruang untuk mengolah pengalaman tersebut menjadi pemahaman yang lebih terstruktur, sekaligus membuka kesempatan untuk terus berkembang.

Pelajari S1 Manajemen di STIE ABI, lalu pilih materi yang paling ingin kamu dalami dari pengalaman kerjamu.