Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ARTHA BODHI ISWARA

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ARTHA BODHI ISWARA

STIE ABI
karier-dan-pendidikan

S2 Manajemen Sudah Cukup? 7 Skill yang Perlu Kamu Bangun agar Lebih Siap di Dunia Kerja

Sudah punya S2 Manajemen? Kenali 7 skill penting yang perlu dibangun, dari leadership, analisis, teknologi, hingga networking agar lebih siap kerja.

S2 Manajemen Sudah Cukup? 7 Skill yang Perlu Kamu Bangun agar Lebih Siap di Dunia Kerja

Sudah lulus S2, tapi cari kerja ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Mau melamar posisi staff biasa, pendidikanmu kadang dianggap terlalu tinggi. Sementara untuk posisi manajerial yang lebih tinggi, perusahaan biasanya meminta pengalaman dan skill yang lebih beragam.

Situasi seperti ini membuat S2 Manajemen bukan cuma soal menambah gelar. Selama kuliah, ada baiknya kamu juga punya pengalaman kerja, pernah mengerjakan proyek, belajar teknologi, membangun relasi, dan mengasah kemampuan yang memang bisa dimanfaatkan saat bekerja.

1. Bisa Membaca Masalah Sebelum Mengambil Keputusan

Di kantor, masalah tidak selalu dapat diprediksi. Penjualan turun, biaya naik, target tidak tercapai, atau kinerja tim berubah bisa membuat kamu harus mencari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi.

Kemampuan analisis dan mengambil keputusan membantu kamu memilah informasi sebelum menentukan langkah. Skill ini bisa dilatih dari tugas kuliah, studi kasus, penelitian, sampai masalah yang kamu temui di tempat kerja.

Baca juga: Cara Pengelola Bisnis Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Atur Tugas di Antara Dua Hari Kuliah

2. Leadership Tidak Harus Menunggu Jadi Manager

Punya kemampuan memimpin bukan berarti harus sudah memegang jabatan manager. Pernah mengatur tim kecil, membagi tugas dalam proyek, mengejar deadline, atau membantu anggota tim menyelesaikan masalah juga bisa menjadi pengalaman leadership.

Pengalaman seperti ini akan jauh lebih mudah diceritakan saat interview daripada sekadar menulis “memiliki kemampuan leadership” di CV.

3. Jangan Sampai Gagap Saat Berhadapan dengan Data dan Teknologi

Pekerjaan manajemen sekarang semakin dekat dengan data dan teknologi. Kamu memang tidak harus menjadi programmer, tetapi kemampuan menggunakan Excel, dashboard, aplikasi kerja, AI, atau tools pengolahan data bisa sangat membantu.

Misalnya, kamu diminta melihat kenapa penjualan bulan ini turun. Kemampuan membaca data bisa membantu kamu menemukan polanya sebelum memberikan saran kepada tim.

4. Ide Bagus Harus Bisa Disampaikan dengan Jelas

Punya ide bagus belum tentu cukup kalau orang lain tidak memahami maksudnya. Lulusan S2 Manajemen perlu terbiasa menyampaikan pendapat, melakukan presentasi, berdiskusi, dan bernegosiasi.

Latihannya tidak harus menunggu masuk perusahaan besar. Presentasi tugas kuliah, menjadi pembicara dalam kegiatan, berdiskusi dengan rekan kerja, atau menghadapi klien juga bisa menjadi cara untuk mengasah komunikasi dan negosiasi.

Baca juga: Ciri-Ciri Staf Pembukuan Siap Melanjutkan Kuliah Jurusan S1 Akuntansi

5. Biasakan Mencari Jalan Keluar, Bukan Hanya Menemukan Masalah

Ketika pelanggan berkurang, misalnya, kamu tidak cukup hanya mengatakan bahwa penjualan sedang turun. Kamu perlu mencari tahu penyebabnya dan memikirkan langkah selanjutnya yang harus dilakukan,

Hal seperti ini melatih problem solving. Semakin sering berhadapan dengan masalah nyata, semakin banyak pula pengalaman yang bisa kamu gunakan ketika menghadapi persoalan lain.

6. Gelar Bertambah, Pengalaman Kerja Juga Harus Bertambah

Ini yang penting diperhatikan kalau kamu berencana melanjutkan S2 Manajemen. Jangan sampai setelah lulus kamu punya gelar yang lebih tinggi, tetapi ketika recruiter bertanya tentang proyek yang pernah dikerjakan, ceritanya masih sangat sedikit.

Pengalaman bisa datang dari pekerjaan, proyek, magang, freelance, organisasi, pelatihan, atau penelitian. Kamu tidak harus menunggu mendapat jabatan tinggi untuk mulai mengumpulkan pengalaman yang bisa dimasukkan ke CV dan diceritakan saat interview.

7. Relasi Bertambah, Kemampuan Juga Harus Bertambah

Peluang kerja tidak selalu muncul dari situs lowongan. Kadang informasi datang dari teman kuliah, alumni, dosen, rekan kerja, komunitas, atau orang yang pernah bekerja sama denganmu.

Karena itu, networking perlu dibangun selama kuliah. Bersamaan dengan itu, jangan berhenti belajar karena tools, kebutuhan pekerjaan, dan cara kerja perusahaan bisa berubah.

Baca juga: Cara Membangun Jaringan Profesional bagi Staff Operasional

S2 Manajemen Bisa Sambil Kerja di STIE ABI Surabaya

Kalau ingin melanjutkan S2 Manajemen tanpa harus meninggalkan pekerjaan, STIE Artha Bodhi Iswara (STIE ABI) Surabaya menyediakan Program Perkuliahan Karyawan (P2K) dengan waktu kuliah yang lebih fleksibel dan biaya yang lebih terjangkau. Dengan kuliah sambil kerja, kamu tetap bisa mendapatkan gelar S2 sekaligus mempertahankan pengalaman kerja, mengikuti pelatihan, mengerjakan proyek, dan terus mengasah skill.

Jadi, selama kuliah kamu tidak hanya menambah gelar, tetapi juga punya kesempatan untuk menambah kompetensi dan pengalaman yang bisa dibawa ke dunia kerja. STIE ABI sendiri merupakan perguruan tinggi yang berfokus pada bidang manajemen dan akuntansi, dengan perjalanan pendidikan yang telah dimulai sejak 1960 dan membawa tagline “ABI: Adaptif, Berdaya Saing, Internasional.”

Cari Informasi S2 Manajemen Sambil Kerja dan Mulai Langkahmu

Kalau kamu sedang mencari S2 Manajemen yang bisa dijalani sambil kerja, cari informasi lebih lanjut melalui kelaskaryawan.id. atau stieabi.id. dan Ikuti juga Instagram dan Channel WhatsApp Komunitas Kuliah untuk mendapatkan informasi seputar kampus, kegiatan akademik, pilihan jurusan, program kuliah, tren karier, skill yang sedang dibutuhkan dunia kerja, hingga peluang pengembangan diri.

Kalau kamu sudah mantap untuk melangkah, kamu bisa segera daftar kuliah online dan mulai langkah berikutnya. Karena Perubahan Dimulai dari #BeraniKuliah.